![]() |
| Foto : Istimewa |
LOMBOK TIMUR – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak lagi sekadar menjadi ajang memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. Lebih dari itu, MPLS dirancang sebagai proses adaptasi yang membantu siswa mengenali potensi diri, memahami budaya sekolah, hingga mempersiapkan diri menghadapi proses pembelajaran di jenjang yang baru.
Kepala Sekolah SMAN 1 Selong Melalui Sekretaris kegiatan MPLS , L. Zahrun Nizar, menjelaskan bahwa terdapat empat materi utama yang menjadi fokus pelaksanaan MPLS bagi seluruh peserta didik baru.
"Yang paling utama sebenarnya ada empat hal. Pertama adalah pengenalan diri siswa, bagaimana mereka mengenali potensi dan kompetensi yang dimiliki, baik di bidang akademik, seni, olahraga maupun kemampuan lainnya," ujar L. Zahrun Nizar Kamis ( 10/07/2026 ).
Selain pengenalan diri, siswa juga diperkenalkan dengan seluruh warga sekolah. Menurutnya, hal ini penting agar peserta didik mengenal para guru serta tenaga kependidikan sejak hari pertama sehingga tercipta hubungan yang lebih baik.
"Dengan mengenal guru dan warga sekolah, siswa akan lebih mudah berinteraksi, lebih menghormati guru, dan merasa menjadi bagian dari lingkungan sekolah," jelasnya.
Materi berikutnya adalah pengenalan lingkungan sekolah. Selama MPLS, siswa diajak berkeliling untuk mengenal berbagai fasilitas, mulai dari ruang kelas, laboratorium, hingga sarana pendukung lainnya agar mereka lebih cepat beradaptasi.
Sementara materi keempat berkaitan dengan kurikulum dan proses pembelajaran. Siswa diberikan pemahaman mengenai sistem belajar di SMA, termasuk berbagai kebiasaan akademik yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan.
L. Zahrun Nizar menilai masa transisi dari SMP ke SMA menjadi fase yang cukup penting karena peserta didik akan menghadapi lingkungan belajar yang berbeda, baik dari sisi akademik maupun psikologis.
Untuk mempercepat proses adaptasi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memasukkan materi mengenai budaya sekolah dalam pelaksanaan MPLS.
Melalui materi tersebut, sekolah memperkenalkan berbagai kebiasaan positif yang menjadi identitas SMAN 1 Selong sehingga sejak awal siswa memahami nilai-nilai yang harus dijaga selama menjadi bagian dari lingkungan pendidikan tersebut.
Salah satu budaya yang dikenalkan adalah pelaksanaan upacara setiap hari Senin yang dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada siswa yang berhasil meraih prestasi di berbagai bidang.
"Setiap hari Senin kami tidak hanya melaksanakan upacara, tetapi juga memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi. Itu menjadi bagian dari budaya sekolah yang ingin kami tanamkan kepada peserta didik baru," ungkapnya.
Selain penguatan karakter, aspek keagamaan juga menjadi bagian dari kegiatan MPLS. Setiap akhir kegiatan belajar, seluruh siswa melaksanakan refleksi dan doa bersama sebelum pulang sebagai upaya membangun karakter religius di lingkungan sekolah.
L. Zahrun Nizar menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan MPLS diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sekolah, sehingga peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan fisik sekolah, tetapi juga memahami budaya, karakter, serta siap mengikuti proses pembelajaran dengan baik sejak awal tahun ajaran baru.
