![]() |
| Foto : Kondisi SDN 4 Sukarara Yang Sangat Memprihatinkan |
LOMBOK TIMUR – Kondisi SDN 4 Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, memantik keprihatinan. Bangunan sekolah yang menjadi tempat belajar 153 siswa itu tampak mengalami kerusakan cukup parah. Atap ruang kelas jebol, anyaman plafon bergelantungan, dinding mulai lapuk, hingga minimnya berbagai fasilitas pendukung pendidikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah ruang kelas sudah tidak lagi layak digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Kerusakan pada bagian atap dan plafon berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun guru apabila tidak segera mendapatkan penanganan dari pemerintah.
Kepala SDN 4 Sukarara, H. Ihsan, S.Pd, mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah agar bangunan tersebut mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, usulan revitalisasi telah berkali-kali diajukan, baik melalui program pemerintah pusat maupun melalui Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
"Kami sudah berulang kali mengusulkan revitalisasi sekolah. Berbagai jalur sudah kami tempuh, mulai dari usulan ke pemerintah pusat hingga berharap adanya alokasi melalui APBD Kabupaten Lombok Timur. Namun hingga saat ini belum ada realisasi, sementara kondisi bangunan semakin memprihatinkan," ujar H. Ihsan, rabu ( 22/07/2026 ).
Ironisnya, kondisi tersebut terjadi di SDN 4 Sukarara yang berada di Kecamatan Sakra Barat, kecamatan yang sama dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Nurul Wathoni, serta Pimpinan DPRD Lombok Timur, Nurhasanah.
Kondisi ini pun menjadi sorotan masyarakat yang mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan mendesak, termasuk yang berada di wilayah tersebut.
Selain bangunan yang rusak berat, sekolah yang menampung 153 peserta didik itu juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendukung pembelajaran seperti Laboratorium dan sebagainya. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan proses belajar mengajar serta kualitas layanan pendidikan yang diterima siswa.
H. Ihsan berharap pemerintah segera merealisasikan program revitalisasi demi keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
"Harapan kami sederhana, anak-anak bisa belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak. Kami berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian melalui program revitalisasi atau alokasi anggaran APBD," harapnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, melalui Dinas Pendidikan dan DPRD, segera turun langsung meninjau kondisi SDN 4 Sukarara dan menjadikan revitalisasi sekolah tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan sektor pendidikan. Sebab, keselamatan dan kenyamanan 153 siswa yang menimba ilmu di sekolah itu seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah.
