![]() |
Foto : Plt Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Hasanudin |
LOMBOK TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur akhirnya memberikan tanggapan terkait kondisi SDN 4 Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, yang dinilai sangat memprihatinkan. Sekolah yang memiliki 153 siswa itu sebelumnya menjadi sorotan publik karena kondisi bangunan dan minimnya fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Lombok Timur, Melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar, Hasanudin, mengakui bahwa kondisi SDN 4 Sukarara memang layak menjadi prioritas dalam program bantuan pembangunan maupun revitalisasi.
"Harus menjadi prioritas, entah lewat DAU, DAK, Pokir, bantuan pusat atau apa pun namanya. Persoalannya, jika benar sudah mengajukan permohonan, nanti kita cek sehingga informasi yang disampaikan tetap berimbang," ujar Hasanudin melalui WhatsApp, Rabu ( 22/07/2026 ).
Hasanudin menegaskan, pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap dokumen usulan yang pernah diajukan sekolah, termasuk mengecek data pendukung pada sistem Dapodik sebagai dasar percepatan akses bantuan revitalisasi.
"Betul, nanti kita cek Dapodiknya juga untuk membantu sekolah mempercepat akses bantuan revitalisasi," katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pengawas maupun pembina sekolah di tingkat kecamatan agar lebih aktif menyampaikan kondisi sekolah-sekolah binaan kepada Dinas Pendidikan.
"Dalam hal ini, teman-teman di kecamatan harus setiap waktu atau secara berkala menginformasikan keberadaan sekolah binaannya," jelasnya.
Meski demikian, Hasanudin menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Dinas Pendidikan tidak hanya berfokus pada persoalan sarana dan prasarana, melainkan juga menyangkut berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan.
"Monev tidak hanya untuk persoalan sarpras, tetapi berbagai bentuk pembinaan yang melekat di bidang SD. Sangat kompleks, mulai dari kepala sekolah, guru, komite, peserta didik, hingga bagaimana kurikulum berjalan dengan baik," terangnya.
Menanggapi undangan untuk melihat langsung kondisi SDN 4 Sukarara, Hasanudin menyatakan kesiapannya mengunjungi sekolah tersebut setelah kembali dari tugas luar daerah.
"Insyaallah, pulang dari Surabaya kita luangkan waktu," pungkasnya.
Sebelumnya, kondisi SDN 4 Sukarara menjadi perhatian masyarakat setelah diberitakan mengalami kerusakan bangunan yang cukup parah serta minim fasilitas pendukung, padahal sekolah tersebut menampung 153 siswa. Masyarakat berharap komitmen Dinas Pendidikan yang disampaikan melalui Kabid SD segera diwujudkan dengan langkah konkret agar para siswa dapat belajar di lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak.
