Revitalisasi SMPN 1 Sakra Timur Nyaris Rampung, Progres Tembus 90 Persen

 

Foto : Istimewa

LOMBOK TIMUR – Program revitalisasi sarana dan prasarana di SMPN 1 Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, progres pekerjaan senilai 1,5 miliyar disebut telah mendekati 90 persen dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan secara bertahap.


Kepala SMPN 1 Sakra Timur, H. Saiful Uddin, S.Pd., M.Ap., mengatakan secara umum proses revitalisasi berjalan dengan baik. Menurutnya, sejumlah bangunan yang menjadi bagian dari program tersebut telah dapat dimanfaatkan, sementara beberapa pekerjaan masih dalam tahap penyelesaian.


“Alhamdulillah, di SMPN 1 Sakra Timur ini semuanya sudah berjalan dengan baik. Insyaallah progresnya sudah hampir 90 persen,” ujar H. Saiful Uddin Selasa ( 22/09/2026 ). 


Ia menjelaskan, pekerjaan revitalisasi mencakup sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas hingga fasilitas pendukung lainnya. Beberapa ruang yang telah selesai juga mulai digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa.


“Untuk ruang kelas, ada yang sudah bisa digunakan anak-anak untuk belajar. Tiga ruang kelas yang direnovasi juga sudah mulai normal digunakan,” jelasnya.


Selain ruang kelas, pekerjaan juga mencakup pembangunan atau renovasi fasilitas lainnya. Di antaranya dua lokal RKB, tiga lokal ruang kelas yang direnovasi, satu lokal laboratorium IPA, satu lokal UKS, toilet serta musala.


“Item pekerjaannya mencakup dua lokal RKB, renovasi tiga lokal kelas, laboratorium IPA satu lokal, UKS satu lokal, toilet dan musala. Kalau dihitung bangunannya, keseluruhannya menjadi beberapa bagian yang menunjang kebutuhan sekolah,” terang H. Saiful Uddin.


Saat ini, pekerjaan juga masih berlanjut pada sejumlah fasilitas, termasuk toilet dan beberapa bagian bangunan yang belum sepenuhnya rampung.


“Sekarang yang masih dilanjutkan salah satunya renovasi toilet. Kita juga melakukan perbaikan pada bagian yang sebelumnya menjadi persoalan ketika hujan karena ada bagian yang mudah tergenang,” katanya.


H. Saiful menyebut, setelah fasilitas tersebut selesai, sekolah akan mengoptimalkan pemanfaatan ruang yang tersedia untuk kegiatan siswa maupun guru.


“Nanti kalau sudah selesai, ruang tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegiatan siswa maupun guru. Kita juga bisa menempatkan fasilitas seperti meja pingpong di tempat yang lebih luas,” ujarnya.


Dalam proses pengerjaan, pihak sekolah mengakui terdapat sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan material dan tenaga kerja. Namun, kendala tersebut sejauh ini masih dapat diatasi sehingga tidak menghambat pekerjaan secara signifikan.


“Kendala pasti ada. Kadang-kadang material yang kita butuhkan harus dicari dan ada yang stoknya terbatas. Kemudian tenaga kerja juga menjadi bagian dari proses yang harus kita atur,” ungkapnya.


Ia menambahkan, pekerjaan juga melibatkan masyarakat sekitar. Penggunaan tenaga lokal dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan dan keahlian masing-masing pekerja.


“Kita menggunakan masyarakat sekitar. Kita sesuaikan dengan kemampuan dan profesinya masing-masing, sehingga pekerjaan tetap bisa berjalan sesuai kebutuhan,” jelas H. Saiful Uddin.


Selain tenaga kerja lokal, material yang digunakan dalam pekerjaan juga diupayakan berasal dari wilayah sekitar selama memenuhi kebutuhan dan ketentuan pekerjaan.


“Material juga kita gunakan yang dari sini sepanjang tersedia dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan,” katanya.


Terkait kualitas bangunan, H. Saiful Uddin menegaskan pihak sekolah mengacu pada spesifikasi yang telah ditentukan dan mendapat pengawasan dari konsultan. Ia menyebut material yang digunakan dipilih dengan memperhatikan kualitas.


“Kalau dari bahan yang kita gunakan, berdasarkan konsultan yang kita pergunakan, kita memakai bahan-bahan yang berkualitas. Spesifikasinya juga tidak boleh diturunkan,” tegasnya.


Ia mencontohkan salah satu material yang menjadi perhatian adalah bagian atap atau genteng yang digunakan dalam pembangunan. Menurutnya, kualitas material menjadi salah satu hal penting agar bangunan sekolah dapat digunakan dalam jangka panjang.


“Yang jelas kita mengikuti spesifikasi dan kualitas material yang sudah ditentukan. Kita berharap hasil revitalisasi ini bisa memberikan manfaat bagi sekolah dan digunakan dengan baik dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama