Kembali Mencalonkan Diri Maju Pilkades Kabar, Sanusi : Ta Jamak Jamak

 

Foto Istimewa : Sanusi, Calon Kepala Desa Kabar


LOMBOK TIMUR — Dengan langkah yang penuh makna dan harapan, Sanusi kembali mendaftarkan diri sebagai calon kepala Desa Kabar untuk periode ketiga. Langkah ini bukan sekadar tentang pencalonan, melainkan juga tentang perjalanan pengabdian, amanah, serta harapan yang masih ingin diperjuangkan bersama masyarakat.


Dalam setiap perjalanan, tentu ada cerita tentang suka dan duka, harapan yang terwujud, serta pekerjaan yang masih membutuhkan penyempurnaan. Karena sejatinya, membangun desa bukanlah pekerjaan sehari atau dua hari, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, kebersamaan, dan ketulusan, sederhanya kita biasa biasa ( jamak jamak dalam Bahasa kabar Red ). 


“Bagi saya, desa bukan sekadar tempat untuk memimpin, tetapi rumah bagi kita semua. Di sinilah masyarakat menggantungkan harapan, anak-anak tumbuh meraih masa depan, dan setiap keluarga mendambakan kehidupan yang lebih baik.”ungkapnya Jum,at ( 23/10/2026 ). 


Keputusan untuk kembali maju pada periode ketiga menjadi kesempatan untuk menyampaikan komitmen kepada masyarakat bahwa pengabdian harus terus dievaluasi, kekurangan harus berani diperbaiki, dan aspirasi warga harus tetap didengarkan.


Ia menyadari bahwa kepercayaan masyarakat bukanlah sesuatu yang dapat dituntut, melainkan amanah yang harus dijaga melalui tindakan nyata, sikap rendah hati, dan tanggung jawab.


“Jika selama perjalanan pengabdian masih ada kekurangan, saya memohon maaf. Jika masih ada harapan masyarakat yang belum terwujud, mari kita jadikan itu sebagai bahan evaluasi dan perjuangan bersama. Sebab, desa ini bukan milik satu orang, melainkan milik kita semua.”


Baginya, keberhasilan seorang kepala desa tidak semata-mata diukur dari berapa lama seseorang menjabat, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat, seberapa terbuka ruang bagi kritik, serta seberapa kuat kebersamaan dibangun tanpa membedakan siapa yang mendukung dan siapa yang memiliki pandangan berbeda.


Kini, keputusan berada di tangan masyarakat. Biarlah setiap warga menilai dengan hati yang jernih, mempertimbangkan rekam jejak, program, integritas, serta komitmen yang ditawarkan.


Sebab pada akhirnya, jabatan akan memiliki batas waktu, tetapi nilai pengabdian, kebaikan, dan kenangan tentang bagaimana seseorang memperlakukan masyarakat akan tetap hidup dalam ingatan.


“Memimpin adalah amanah, melayani adalah kewajiban, dan meninggalkan jejak kebaikan adalah cita-cita yang harus diperjuangkan.”


Baginya Pilkades Kali ini ia mngarisbawahi bahwa persaudaraan lebih utama dari apapun, dirinyapun mengajak semua pihak untuk dewasa dalam berpolitik untuk menciptakan iklim yang kondusif. 


"Sederhananya begini kita ini pada dasarnya bersaudara ( Ita pada besemeton kah, artina ta jamak jamak bahasa Sasak red ) tentu harus dewasa dalam berpolitik jangan sampai terpecah belah,"pungkasnya penuh harap. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama