Zainul Muttaqin :Ketika Sumpah Pemuda Tak Lagi Sekadar Sejarah, Melainkan Tindakan Nyata di Kaki Rinjani
![]() |
| Foto : Istimewa |
LOMBOK TIMUR — Di tengah hinggar-binggar peringatan Hari Sumpah Pemuda yang kerap kali habis dalam seremoni, sebuah pesan mendalam bergema dari Lombok Timur. Bagi Rinjani Foundation, persatuan dan nilai sejarah Sumpah Pemuda bukanlah piala yang cukup dipajang dan dikenang tiap tahunnya, melainkan amanah moral yang wajib dihidupkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat.
Pembina Rinjani Foundation, Zainul Muttaqin, M.Pd., menegaskan bahwa perubahan sosial tidak menuntut kemewahan atau narasi-narasi besar yang muluk. Kebersamaan sejati justru kerap lahir dari ruang-ruang sederhana—saat orang-orang dengan beragam latar belakang mau duduk bersama, menanggalkan ego, dan saling mendengarkan.
"Kami mungkin berbeda latar belakang, berbeda pemikiran, bahkan berbeda perjalanan hidup. Namun, ada satu hal yang menyatukan kami, yakni keinginan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Zainul.
Bagi Zainul, panggung kepemudaan hari ini membutuhkan lebih dari sekadar retorika. Pemuda sejati adalah mereka yang berani melangkah ke lapangan dan mengambil peran langsung dalam dinamika pembangunan sosial. Ia menolak tolok ukur keberhasilan sebuah gerakan yang hanya dinilai dari popularitas atau besarnya nama organisasi.
“Jangan hanya bertanya seberapa besar organisasi kita, tetapi tanyakan seberapa besar manfaat yang telah kita berikan kepada masyarakat. Nilai sebuah gerakan diukur dari dampak nyata yang dirasakan sesama.”
— Zainul Muttaqin, M.Pd. (Pembina Rinjani Foundation)
Pesan penting lainnya ditujukan kepada generasi muda yang kerap menunda niat baik karena merasa belum memiliki cukup modal atau status sosial. Zainul mengingatkan bahwa konsistensi dan ketulusan dalam hal-hal kecil adalah cikal bakal dari tindakan-tindakan besar di masa depan.
"Jangan menunggu menjadi orang hebat untuk berbuat kebaikan. Sering kali, orang-orang hebat lahir dari kebiasaan melakukan kebaikan dalam kesederhanaan," tambahnya penuh penekanan.
Melalui komitmen yang tertuang dalam slogan “Berbuat untuk Sesama — Do for Other”, Rinjani Foundation terus memicu gerakan sosial berbasis kemanfaaatan di Lombok Timur. Momentum Sumpah Pemuda ini pun dijadikan pijakan untuk memperluas jangkauan kepedulian masyarakat.
Sebagai penutup, Zainul menegaskan kembali fondasi pergerakan yang mereka usung: persatuan sebagai sumber kekuatan, kepedulian sebagai bentuk kehormatan, dan pengabdian sebagai warisan paling berharga untuk generasi yang akan datang.
