![]() |
| Plt Kepala Puskesmas Rensing, Anggreni Mayasari, S.Keb., Bd., |
LOMBOK TIMUR — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus didorong sebagai langkah preventif untuk mendeteksi berbagai penyakit sejak dini. Puskesmas Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, memastikan kesiapan memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan selama 24 jam.
Plt Kepala Puskesmas Rensing, Anggreni Mayasari, S.Keb., Bd., mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim khusus untuk mendukung pelaksanaan CKG. Sedikitnya 36 orang tenaga disiapkan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
“Jangan enggan datang ke Puskesmas untuk melakukan cek kesehatan. Ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan kita sejak dini,” ujar Anggreni, Senin (07/09/2026).
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah desa juga terus dilakukan secara intensif. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan CKG dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berjalan optimal.
Dari pelayanan kesehatan yang dilakukan, lanjut Anggreni, keluhan masyarakat banyak berkaitan dengan penyakit tidak menular (PTM). Kondisi tersebut menjadi perhatian sehingga pemeriksaan kesehatan secara rutin dinilai penting untuk mengetahui faktor risiko sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Pelayanan UGD: Utamakan Pasien
Selain program CKG, Puskesmas Rensing juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan selama 24 jam.
Anggreni menekankan bahwa di pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), pasien menjadi prioritas utama. Masyarakat yang datang dalam kondisi membutuhkan pertolongan akan mendapatkan pelayanan terlebih dahulu sebelum persoalan administrasi ditanyakan.
“Di UGD, pelayanan dulu baru menanyakan administrasi. Yang utama adalah kondisi pasien,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk datang mendapatkan pelayanan kesehatan ketika membutuhkan pertolongan, khususnya dalam kondisi darurat.
Kritik Jadi Vitamin
Terkait sorotan dan kritik masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas Rensing yang sempat menjadi perhatian publik, Anggreni memilih menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
Menurutnya, kritik dari masyarakat tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
“Kritik itu kami anggap sebagai vitamin,” kata Anggreni.
Ia menegaskan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Evaluasi akan terus dilakukan agar pelayanan di Puskesmas Rensing semakin baik dan kebutuhan masyarakat dapat direspons secara maksimal.
Dengan kesiapan tenaga kesehatan, koordinasi bersama desa, pelaksanaan CKG, serta pelayanan UGD 24 jam, Puskesmas Rensing menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat.
